Ia
mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah.
Mazmur 66 :
9
Kata mempertahankan
itu mengandundung istilah
“memperjuangkan”,” Membela sekuat-kuatnya,” “Melindungi sedemikian
rupa.” Itulah penyertaan Tuhan. Namun demikian bukan berarti bahwa kehidupan
kita tidak ada goncangan dan permasalahan. Sekalipun kita menghadapi masalah
namun Penyertaan Tuhan begitu kuat sehingga apapun yang kita hadapi, jangan
membuat kita jadi lemah tapi kita justru harus kuat karena ada Tuhan menyertai.
Immanuel.
Mazmur 23:4
mengatakan “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut
bahaya, sebab Engkau besertaku;...” Artinya ketika kita berada dalam masa-masa
sulit, disitu juga ada Tuhan. Saat kita berada dalam pergumulan disitu juga ada
Tuhan. Saat kita menangis dan mengatakan “Aku sudah tidak sanggup Tuhan”,
disitu tetap ada Tuhan. Seolah Tuhan hanya membiarkan semua terjadi namun
sebenarnya Tuhan sedang menunggu disaat yang tepat untuk mengangkat kita,
sehingga suatu saat kita berkata seperti Daud berkata di Mazmur 23:5a “Engkau
menyediakan hidangan bagiku dihadapan lawanku,” Disini Daud hendak menegaskan
bahwa musuhnya yang ingin membnasakan akan makan sehidangan dengannya yang
berarti musuhnya bukan menjadi lawan yang ditakuti lagi karena penyertaan
Tuhan. Dan di ayat 5b dikatakan “Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak;
pialaku penuh melimpah.” Akhir dari sebuah penderitaan akan ada kemuliaan
dimana Tuhan meninggikan kita dengan kelimpahan
Ayub mengatakan di
Ayub 3:11, “Mengapa aku tidak mati waktu aku lahir, atau binasa waktu aku
keluar dari kandungan?” dan Ayub 7:15,
“sehingga aku lebih suka dicekik dan mati dari pada menanggung kesusahanku.”.
menyataan bahwa penderitaan yang
dihadapi membuat dirinya ingin mati rasanya. Meskipun Ayub didapati
tidak melakukan kesalahan dan dosa. Sementara teman-temannya menyangka dia kena
kutuk karena dosanya. Sampai akhirnya Ayub mengalami pemulihan dua kali lipat,
Ayub 42:10 “Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk
sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala
kepunyaannya dahulu.”
Apapun kondisi yang
kita alami sehingga kita berkata “Tuhan aku tidak kuat.” Sebenarnya ada Tuhan
beserta kita dan selalu berkata “bertahanlah anakKu, tinggal sebentar lagi.”
TanganNya yang kuat ingin menolong dan hatiNya juga menangis sampai tiba pada
waktuNya Tuhan maka sebuah pemulihan terjadi







0 komentar:
Posting Komentar