Rabu, 19 Oktober 2016


Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah.
Mazmur 66 : 9

Kata mempertahankan itu mengandundung istilah  “memperjuangkan”,” Membela sekuat-kuatnya,” “Melindungi sedemikian rupa.” Itulah penyertaan Tuhan. Namun demikian bukan berarti bahwa kehidupan kita tidak ada goncangan dan permasalahan. Sekalipun kita menghadapi masalah namun Penyertaan Tuhan begitu kuat sehingga apapun yang kita hadapi, jangan membuat kita jadi lemah tapi kita justru harus kuat karena ada Tuhan menyertai. Immanuel.
Mazmur 23:4 mengatakan “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku;...” Artinya ketika kita berada dalam masa-masa sulit, disitu juga ada Tuhan. Saat kita berada dalam pergumulan disitu juga ada Tuhan. Saat kita menangis dan mengatakan “Aku sudah tidak sanggup Tuhan”, disitu tetap ada Tuhan. Seolah Tuhan hanya membiarkan semua terjadi namun sebenarnya Tuhan sedang menunggu disaat yang tepat untuk mengangkat kita, sehingga suatu saat kita berkata seperti Daud berkata di Mazmur 23:5a “Engkau menyediakan hidangan bagiku dihadapan lawanku,” Disini Daud hendak menegaskan bahwa musuhnya yang ingin membnasakan akan makan sehidangan dengannya yang berarti musuhnya bukan menjadi lawan yang ditakuti lagi karena penyertaan Tuhan. Dan di ayat 5b dikatakan “Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.” Akhir dari sebuah penderitaan akan ada kemuliaan dimana Tuhan meninggikan kita dengan kelimpahan
Ayub mengatakan di Ayub 3:11, “Mengapa aku tidak mati waktu aku lahir, atau binasa waktu aku keluar dari kandungan?” dan  Ayub 7:15, “sehingga aku lebih suka dicekik dan mati dari pada menanggung kesusahanku.”. menyataan bahwa penderitaan yang  dihadapi membuat dirinya ingin mati rasanya. Meskipun Ayub didapati tidak melakukan kesalahan dan dosa. Sementara teman-temannya menyangka dia kena kutuk karena dosanya. Sampai akhirnya Ayub mengalami pemulihan dua kali lipat, Ayub 42:10 “Lalu TUHAN memulihkan keadaan Ayub, setelah ia meminta doa untuk sahabat-sahabatnya, dan TUHAN memberikan kepada Ayub dua kali lipat dari segala kepunyaannya dahulu.”

Apapun kondisi yang kita alami sehingga kita berkata “Tuhan aku tidak kuat.” Sebenarnya ada Tuhan beserta kita dan selalu berkata “bertahanlah anakKu, tinggal sebentar lagi.” TanganNya yang kuat ingin menolong dan hatiNya juga menangis sampai tiba pada waktuNya Tuhan maka sebuah pemulihan terjadi

Tagged:

0 komentar:

Posting Komentar