Rabu, 19 Oktober 2016


Ayat kunci : 2Tim1:7 “ Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”
Ayat Bacaan : 2 tim 1 : 7 – 12

Kalau kita membaca dari ayat 1 maka ini menjelaskan tentang Nasihat Paulus terhadap Timotius, anak rohaninya.  Meskipun masih sangat muda, Timotius sangatlah di percayakan oleh Paulus dalam melayani jemaat. Oleh sebab itu Paulus menekankan Timotius untuk tidak mudah tertekan oleh intimidasi dunia ini, ataupun dari orang-orang yang membencinya, ataupun dari pihak jemaat dan saudara seiman. Oleh sebab itu Paulus sangat menekankan agar Timotius janganlah TAKUT.
SEbab Allah tidak memberikan roh ketakutan!!
Namun ketakutan dapat dialami oleh semua orang. Karena setiap orang ketakutan akan membuat keputusan yang salah. Misalkan Takut memberitakan Firman (ay8) yang membuat orang duduk tenang tdak berbuat apapun, takut kehormatannya jatuh membuat Hermogenes dan figelus teman sekerja Paulus malu untuk menemui Paulus dipenjara (ay 15,16). Banyak orang untuk membela dirinya maka ia melakukan kebohongan2. Atau karena ekonomi sulit membuat orang melakukan segala cara. Atau karena takut disaingi seseorang dapat menjelek2 saingannya, atau karena ingin di puji  seseorang menghambur2kan kekayaannya. Dan masih banyak contoh yang di karenakan rasa ketakutan.
Dalam bahasa Yunani kata “ketakutan disini” adalah “deilia”, yang artinya adalah ;" stresses timidity or cowardice as opposed to terror” dalam bahasa saya adalah Stress atau tindakan pengecut terhadap tantangan.
Kondisi ketakutan sering dialami oleh semua orang,namun supaya kita jangan salah jalan atau jangan salah membuat keputusan maka Paulus meningatkan bahwa ketakutan itu adalah roh dan itu bukan dari Allah tetapi ada Roh yang dari Allah dapat menjadi jalan keluar bagi ketakutan kita. Yakni Roh membangkitkan kekuatan, Roh Kasih dan Roh Ketertiban (“Sound Mind” dalam KJV). Dan semuanya itu sudah ada dalam diri kita sebagai orang percaya tetapi kita tidak pernah menggunakannya. Ketika kita dalam ketakutan saatnya menggunakan pemberian Allah ini untuk mengalahkan semua hal yang menakutkan
1.       Roh Membangkitkan kekuatan
Ayat 8 “Ikutlah menderita bagi injilnya oleh kekuatan Allah” Didalam diri kita sudah ada roh yang membangkitkan kekuatan jadi gunakanlah itu.
Kapankah kita membutuhkan kekuatan Allah???
 Kekuatan itu akan kita butuhkan justru disaat kita lemah tidak berdaya
“Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” (Yesaya 40:29-31)
Yang lelah akan diberikan kekuatan dan menambah semangat bagi yang tiada berdaya “putus asa” . orang lemah tiada berdaya ini dianggap sebagai burung rajawali. Ini sangat kontradiksi bertolak belakang. Orang lemah seharusnya di anggap seperti cacing. Tetapi raja wali bisa terbang tinggi bukan dengan kekuatannya, dia hanya mengembangkan sayapnya saja maka angin dan badai akan membuat terbangnya semakin tinggi. Sekali lagi bukan karena kekuatan kepakan sayap. Tetapi hanya mengembangkan sayap saja tanpa harus mengeluarkan keringat atau kelelahan.
Saya ilustrasikan seperti ini. Manakah menurut anda yang lebih berat antara anda bersama Tuhan (anda + Tuhan) mengangkat sebuah mobil Truk dengan anda bersama Tuhan (Anda + Tuhan)  mengangkat pesawat? Benar! Jawabannya sama berat. Jika kemampuan anda hanya bisa mengangkat 50Kg maka sisanya Tuhan yang akan mengangkatnya baik dalam memngangkat mobil ataupun pesawat bahkan mengangkat apollo sekalipun. Artinya kekuatan kita tidak akan dapat mengatasi segala perkara tanpa Tuhan jadi serahkanlah kepada Tuhan. Jika kita sudah tidak sanggup mengatasinya maka lebih baik berdiam diri dan berdoa dari pada harus stress memikirkannya namun tetap saja tidak ada jalan keluar selain menambah penyakit jantung dan stroke. ” Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?” (Matius 6:27)
Lalu bagaimana caranya kita mendapatkan kekuatan Allah itu ?
  Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.
“Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;” (Efesus 6:10,11)
Kalau kita baca di Efesus 6:10-18 maka Paulus mengajak kita menggunakan Perlengkapan Senjata Allah seperti
Ø  Berdirilah Tegap è Jangan lemah meskipun keadaan memang wajar utk lemah
Ø  Ikat pinggang kebenaran è jika ikat longgar maka kedodoran maka rasa percaya diri berkurang jadi Lakukanlah dalam jalan hidupmu yang menurut kamu benar dan sesuai dengan Akitab, baik perkataan ataupun perbuatan.
Ø  Baju zirah keadilan è baju zirah letaknya di dada jadi jagalah hati dalam hubungan dengan sesama tetaplah bersikap adil tanpa harus menghakimi ataupun menjelekan orang lain meskipun kenyataan memang benar demikian
Ø  Kasut kerelaan è dimana kaki melangkah sesuai perintah Tuhan ini adalah sikap hati yang memaksakan diri untuk keluar dari kenyamanan dengan memberitakan kebenaran damai sejahtera Alah
Ø  Perisai Iman è sangat pentig dalam menghadapi serangan yakni dengan iman, artinya kita serahkan kepada Tuhan yang berperkara melawan semua mmusuh kita, yang dibutuhkan adalah rasa percaya kepada Tuhan sepenuhnya
Ø  Ketopong Keselamatan è goliat dikalahkan Daud karena tidak menggunakan ketopong  keselamatan yang letaknya di kepala. Jadi lindungilah kepala kita dari cara berpikir kita.
Ø  Pedang Roh è ini adalah senjata untuk melawan musuh yaitu Firman Allah sebagaimana Yesus melawan iblis sewaktu puasa digoda iblis, Dia melawan dengan Firman.
Ø  Strategi Perang è Doa yang tidak putus-putusnya seperti janda meminta keadilan kepada hakim yang lalim

2.       Mengenakan Kasih
Ayat 9, “Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman”
Kasih disini yang saya tekankan adalah kasih karunia (Favor). Artinya sebuah kasih yang diukur dari nilai pengerbonan. Misalkan (yoh3:16) Kasih Allah yang memiliki nilai sangat besar terhadap umat manusia sehingga memberikan PuteraNya yang tunggal untuk menyelamatkan kita. Nilai Pengorbanan itu sangat menentukan besarnya kasih karunia. Dan Kasihnya ini juga telah di wariskan (impartasikan) agar memiliki kasih seperti Tuhan.
Ilustrasinya begini, Jika kau memiliki 1 juta maka untuk memberikan bantuan kepada orang sebesar 50rb adalah mudah, tetapi jika 100rb itupun masih biasa, jika memberi yang membutuhkan 500rb maka ini akan terasa berat (Kasihnya mulai berat), jika harus memberikan 100% yakni 1jt maka ini terlalu sangat berat. Tetapi jika kita bisa memberikan seperti kehendak Tuhan begitu maka tingkat kasihmu (Favor) bernilai tinggi. Dan orang yang menerima pemberianmu akan mengatakan menerima Kasih Karunia dari Tuhan (bukan dari dirimu).
Sebuah kesaksian tentang 2 orang yang bersahabat meskipun berlainan agama. Mereka sama-sama bekerja di perusahaan yang sama dengan kedudukan yang tinggi. Ekonomi keduanya sangat mapan dan sangat di berkati. Suatu ketika seorang yang berbeda kepercayaan mengalami kerusakan ginjal dan berlarut-larut dalam penderitaan cuci darah. Keputusan dokter haruslah transplatasi ginjal. Sahabatnya orang percaya setelah bergumul dan berkomunikasi bersama keluarga akhirnya menawarkan ginjalnya secara Cuma-Cuma kepada sahabatnya. Pria yang memiliki ginjal rusak ini akhrnya hanya dapat menangis tersedu-sedu walaupun akhirnya dia tidak mau menerima ginjal orang percaya ini dan tidak jadi transplatasi ginjal. Namun bentuk kasih yang besar tanpa pamrih ini membuat orang yang punya penyakit ginjal ini mengerti arti sebuah kasih (Favor)

3.       Ketertiban (Sound Mind)
Mengapa dalam KJV dikatakan Sound Mind? Menurut hikmat yang yang saya terima adalah demikian. Sebuah alunan musik akan terdengan menyenangkan dan mengalunkan jiwa ketika memiliki kumpulan nada-nada yang harmonis teratur. Demikian juga dengan nada-nada kehidupan ataupun nada-nada dalam pikiran kita. Jika di pikiran kita saja ada yang tidak berjalan sesuai pikiran Kristus, mudah stress, kuatir atau emosi maka nada dalam pikiran akan kacau sehingga dapat menimbulkan bencana dan sakit penyakit.
Tuhan juga suda menyelaraskan nada-nada kehidupan dengan harmonis semenjak jaman adam dan hawa, namun iblis membuat yang harmony menjadi rusak karena masuknya dosa2. Itulah Tuhan ingin memperbaiki semuanya agar kembali harmony melalui Yesus Kristus.
Jadi Soundmind dalam bahasa Ibrani adalah Sophronismos yang artinya dalam bahasa Inggris seperti “To Save” dan “To Control” yakni, bagaimana kita sebagai umat Tuhan untuk dapat menyelamatkan (to save) keadaan yang bagaimanapun ataupun untuk dapat mengontrol keadaan (to Control). Jika didalam rumah tangga maka di perlukan seorang “soundmind” yang dapat menetralisir keadaan menjadi damai dan seirama. Kalau digabungkan menjadi “Save control” yang artinya penguasaan diri.

Paulu dalam ayatnya ke 12 mengatakan “Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.” Maksudnya adalah penderitaan yang di alami Paulus bagi Kristus adalah bentuk penguasaan dirinya demi umat Tuhan agar sesuai dan seirama dengan kehendak Tuhan sekalipun harga yang harus dibayar adalah berada dalam penjara.   

Tagged:

0 komentar:

Posting Komentar