.
Kamu menghakimi menurut ukuran manusia, Aku tidak menghakimi seorangpun, dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar,
Kamu menghakimi menurut ukuran manusia, Aku tidak menghakimi seorangpun, dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar,
(Yohanes
8:15-16a)
Suatu hari terjadi perbantahan antara Yesus dengan orang
farisi kerana Yesus menyatakan dirinya sebagi terang dunia, orang farisi tidak
menyetujuinya danmenganggap kesaksian Yesus tidak Sah secara hukum Musa karena
kesaksian Yesus tidak ada saksi. Tetapi Yesus menegaskan bahwa Dia tidak
menghakimi seorangpun selama masa hidupnya sampai pada detik itu. Sekalipun
Yesus menghakimi maka penghakimannya
pasti adil karena Dia melakukan penghakiman atas perintah Tuhan.
Kalau di telaah dengan seksama bahwasanya Yesus
memang tidak pernah menghakimi bahkan manusia lebih sering menghakimi Tuhan.
Bahkan Yesus sampai di kayu salib juga atas dasar penghakiman yang di buat
manusia. Ketika Yesus didalam dunia, tugasnya adalah memberitakan Kebenaran
yang mengarahkan kepada pertobatan dan Mengampuni dosa manusia, bukan
menghakimi, ketika orang kaya yang saleh datang kepadaNya lalu Tuhan menyuruh
menjual hartanya, lalu kataNya, lebih mudah onta masuk kedalam lubang jarum
dari pada orang kaya masuk dalam kerajaan sorga, tetapi apa yang tidak ungkin
bagi manusia, mungkin bagi Allah(Mat 19:24-26). Inipun bukan menghakimi. Tidak
di katakan kepada si orang kaya bahwa kalau kau tidak menjual hartamu maka kau
tidak akan masuk sorga. Tuhan masih memberikan kesempatan bagi orang kaya
(unta) untuk menjual hartanya dengan kekuatan Allah (bukan dengan kekuatan
manusia karena hal itu tidak mungkin) untuk masuk kedalam kerajaan sorga (melewati
lobang jarum).
Yesus tidak menghakimi manusia karena penghakiman
Yesus baru terjadi jika akhir jaman tiba. Sebelum itu terjadi maka ini adalah
masa anugerah untuk bertobat dan masuk ke sorga. Tidak ada yang mustahil bagi
Allah.
Tetapi manusialah yang sering menghakimi Tuhan
Yesus, ketika kehidupan nyaman manusia terganggu dengan datangnya masalah yang
tiba-tiba datang dalam hidup terjadi dan pertolongan Tuhan belum datang maka
manusia kecewa dan mempersalahkan Yesus.
Padahal masalah itu terjadi belum tentu karena Yesus, seperti Ayub yang
diijinkan Tuhan menderita. Siapa tahu saja masalah terjadi dalam kehidupan
manusia di karenakan manusia itu sendiri yang melakukannya, baik karena dosa,
karena keteledoran, karena ketidak taatan, karena ada media roh-roh dalam
rumahnya, karena kemalasannya sendiri dan masih banyak lagi, jangan pernah
menyalahkan Tuhan karena Tuhan tidak pernah menghakimi dan belum waktunya Tuhan
untuk menjadi hakim atas kita
Jangan pernah menyalahkan (Menghakimi) Tuhan atas
apa yang terjadi dalam hidup kita karena itu sama halnya kita berdiri dan
memasang dada dihadapan Tuhan, tetapi cobalah mengerti apa yang Tuhan inginkan
untuk kita lakukan bagi Dia. Saatnya kita menunduk dan Tuhan yang bertindak
atas kita.
Di ayat yang sama dalam terjemahan The Massage
dikatakan “ You decide according to what you can see and touch.I don’t make judgments like that. But even if I did, my judgment would be true
because I wouldn’t make it out of the narrowness of my experience but in the largeness of the One who sent me, the Father.”
Ayat tersebut membedakan pengadilan manusia dengan pengadilan Tuhan karena ayat
tersebut menekankan bahwa penghakiman bukanlah menurut akan “experience” kepandaian,
pengalaman, keahlian, tetapi karena
sebagai utusan atau yang dikatakan Tuhan.
Disini tidak ada unsur asumsi, prediksi, nalar semata-mata tetapi hanya oleh
suara Tuhan saja.







0 komentar:
Posting Komentar