Ayat kunci :
2Tim1:7 “ Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh
yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”
Ayat Bacaan :
2 tim 1 : 7 – 12
Kalau kita membaca dari ayat 1 maka ini menjelaskan tentang Nasihat
Paulus terhadap Timotius, anak rohaninya.
Meskipun masih sangat muda, Timotius sangatlah di percayakan oleh Paulus
dalam melayani jemaat. Oleh sebab itu Paulus menekankan Timotius untuk tidak
mudah tertekan oleh intimidasi dunia ini, ataupun dari orang-orang yang
membencinya, ataupun dari pihak jemaat dan saudara seiman. Oleh sebab itu
Paulus sangat menekankan agar Timotius janganlah TAKUT.
SEbab Allah tidak memberikan roh ketakutan!!
Namun ketakutan dapat dialami oleh semua orang. Karena setiap orang
ketakutan akan membuat keputusan yang salah. Misalkan Takut memberitakan Firman
(ay8) yang membuat orang duduk tenang tdak berbuat apapun, takut kehormatannya
jatuh membuat Hermogenes dan figelus teman sekerja Paulus malu untuk menemui
Paulus dipenjara (ay 15,16). Banyak orang untuk membela dirinya maka ia
melakukan kebohongan2. Atau karena ekonomi sulit membuat orang melakukan segala
cara. Atau karena takut disaingi seseorang dapat menjelek2 saingannya, atau
karena ingin di puji seseorang menghambur2kan
kekayaannya. Dan masih banyak contoh yang di karenakan rasa ketakutan.
Dalam bahasa Yunani kata “ketakutan disini” adalah “deilia”, yang artinya adalah ;" stresses timidity or
cowardice as opposed to terror” dalam bahasa saya adalah Stress atau tindakan
pengecut terhadap tantangan.
Kondisi ketakutan sering dialami oleh
semua orang,namun supaya kita jangan salah jalan atau jangan salah membuat
keputusan maka Paulus meningatkan bahwa ketakutan itu adalah roh dan itu bukan
dari Allah tetapi ada Roh yang dari Allah dapat menjadi jalan keluar bagi
ketakutan kita. Yakni Roh membangkitkan kekuatan, Roh Kasih dan Roh Ketertiban
(“Sound Mind” dalam KJV). Dan semuanya itu sudah ada dalam diri kita sebagai
orang percaya tetapi kita tidak pernah menggunakannya. Ketika kita dalam
ketakutan saatnya menggunakan pemberian Allah ini untuk mengalahkan semua hal
yang menakutkan
1.
Roh Membangkitkan kekuatan
Ayat 8 “Ikutlah menderita bagi injilnya oleh kekuatan
Allah” Didalam diri kita sudah ada roh yang membangkitkan kekuatan jadi
gunakanlah itu.
Kapankah kita membutuhkan kekuatan Allah???
Kekuatan itu akan
kita butuhkan justru disaat kita lemah tidak berdaya
“Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah
semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan
teruna-teruna jatuh tersandung,
tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat
kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan
sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak
menjadi lelah.” (Yesaya 40:29-31)
Yang lelah akan diberikan kekuatan dan menambah semangat
bagi yang tiada berdaya “putus asa” . orang lemah tiada berdaya ini dianggap
sebagai burung rajawali. Ini sangat kontradiksi bertolak belakang. Orang lemah
seharusnya di anggap seperti cacing. Tetapi raja wali bisa terbang tinggi bukan
dengan kekuatannya, dia hanya mengembangkan sayapnya saja maka angin dan badai
akan membuat terbangnya semakin tinggi. Sekali lagi bukan karena kekuatan
kepakan sayap. Tetapi hanya mengembangkan sayap saja tanpa harus mengeluarkan
keringat atau kelelahan.
Saya ilustrasikan seperti ini. Manakah menurut anda yang
lebih berat antara anda bersama Tuhan (anda + Tuhan) mengangkat sebuah mobil
Truk dengan anda bersama Tuhan (Anda + Tuhan)
mengangkat pesawat? Benar! Jawabannya sama berat. Jika kemampuan anda
hanya bisa mengangkat 50Kg maka sisanya Tuhan yang akan mengangkatnya baik
dalam memngangkat mobil ataupun pesawat bahkan mengangkat apollo sekalipun.
Artinya kekuatan kita tidak akan dapat mengatasi segala perkara tanpa Tuhan
jadi serahkanlah kepada Tuhan. Jika kita sudah tidak sanggup mengatasinya maka
lebih baik berdiam diri dan berdoa dari pada harus stress memikirkannya namun
tetap saja tidak ada jalan keluar selain menambah penyakit jantung dan stroke.
” Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta
saja pada jalan hidupnya?” (Matius 6:27)
Lalu bagaimana caranya kita mendapatkan kekuatan Allah itu
?
Akhirnya, hendaklah
kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.
“Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu
dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis;” (Efesus 6:10,11)
Kalau kita baca di Efesus 6:10-18 maka Paulus mengajak kita
menggunakan Perlengkapan Senjata Allah seperti
Ø
Berdirilah Tegap è
Jangan lemah meskipun keadaan memang wajar utk lemah
Ø
Ikat pinggang kebenaran è jika ikat longgar maka
kedodoran maka rasa percaya diri berkurang jadi Lakukanlah dalam jalan hidupmu
yang menurut kamu benar dan sesuai dengan Akitab, baik perkataan ataupun
perbuatan.
Ø
Baju zirah keadilan è baju zirah letaknya di dada
jadi jagalah hati dalam hubungan dengan sesama tetaplah bersikap adil tanpa
harus menghakimi ataupun menjelekan orang lain meskipun kenyataan memang benar
demikian
Ø
Kasut kerelaan è
dimana kaki melangkah sesuai perintah Tuhan ini adalah sikap hati yang memaksakan
diri untuk keluar dari kenyamanan dengan memberitakan kebenaran damai
sejahtera Alah
Ø
Perisai Iman è
sangat pentig dalam menghadapi serangan yakni dengan iman, artinya kita
serahkan kepada Tuhan yang berperkara melawan semua mmusuh kita, yang
dibutuhkan adalah rasa percaya kepada Tuhan sepenuhnya
Ø
Ketopong Keselamatan è goliat dikalahkan Daud karena
tidak menggunakan ketopong keselamatan
yang letaknya di kepala. Jadi lindungilah kepala kita dari cara berpikir kita.
Ø
Pedang Roh è
ini adalah senjata untuk melawan musuh yaitu Firman Allah sebagaimana Yesus
melawan iblis sewaktu puasa digoda iblis, Dia melawan dengan Firman.
Ø
Strategi Perang è
Doa yang tidak putus-putusnya seperti janda meminta keadilan kepada hakim yang
lalim
2.
Mengenakan Kasih
Ayat 9, “Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita
dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan
maksud dan kasih karunia-Nya sendiri, yang telah dikaruniakan kepada kita dalam
Kristus Yesus sebelum permulaan zaman”
Kasih disini yang saya tekankan adalah kasih karunia
(Favor). Artinya sebuah kasih yang diukur dari nilai pengerbonan. Misalkan
(yoh3:16) Kasih Allah yang memiliki nilai sangat besar terhadap umat
manusia sehingga memberikan PuteraNya yang tunggal untuk menyelamatkan kita.
Nilai Pengorbanan itu sangat menentukan besarnya kasih karunia. Dan Kasihnya
ini juga telah di wariskan (impartasikan) agar memiliki kasih seperti Tuhan.
Ilustrasinya begini, Jika kau memiliki 1 juta maka untuk
memberikan bantuan kepada orang sebesar 50rb adalah mudah, tetapi jika 100rb
itupun masih biasa, jika memberi yang membutuhkan 500rb maka ini akan terasa
berat (Kasihnya mulai berat), jika harus memberikan 100% yakni 1jt maka ini
terlalu sangat berat. Tetapi jika kita bisa memberikan seperti kehendak Tuhan
begitu maka tingkat kasihmu (Favor) bernilai tinggi. Dan orang yang menerima
pemberianmu akan mengatakan menerima Kasih Karunia dari Tuhan (bukan dari
dirimu).
Sebuah kesaksian tentang 2 orang yang bersahabat meskipun
berlainan agama. Mereka sama-sama bekerja di perusahaan yang sama dengan
kedudukan yang tinggi. Ekonomi keduanya sangat mapan dan sangat di berkati.
Suatu ketika seorang yang berbeda kepercayaan mengalami kerusakan ginjal dan
berlarut-larut dalam penderitaan cuci darah. Keputusan dokter haruslah
transplatasi ginjal. Sahabatnya orang percaya setelah bergumul dan
berkomunikasi bersama keluarga akhirnya menawarkan ginjalnya secara Cuma-Cuma kepada
sahabatnya. Pria yang memiliki ginjal rusak ini akhrnya hanya dapat menangis
tersedu-sedu walaupun akhirnya dia tidak mau menerima ginjal orang percaya ini
dan tidak jadi transplatasi ginjal. Namun bentuk kasih yang besar tanpa pamrih
ini membuat orang yang punya penyakit ginjal ini mengerti arti sebuah kasih
(Favor)
3.
Ketertiban (Sound Mind)
Mengapa dalam KJV dikatakan Sound Mind? Menurut hikmat yang
yang saya terima adalah demikian. Sebuah alunan musik akan terdengan
menyenangkan dan mengalunkan jiwa ketika memiliki kumpulan nada-nada yang
harmonis teratur. Demikian juga dengan nada-nada kehidupan ataupun nada-nada
dalam pikiran kita. Jika di pikiran kita saja ada yang tidak berjalan sesuai
pikiran Kristus, mudah stress, kuatir atau emosi maka nada dalam pikiran akan
kacau sehingga dapat menimbulkan bencana dan sakit penyakit.
Tuhan juga suda menyelaraskan nada-nada kehidupan dengan
harmonis semenjak jaman adam dan hawa, namun iblis membuat yang harmony menjadi
rusak karena masuknya dosa2. Itulah Tuhan ingin memperbaiki semuanya agar
kembali harmony melalui Yesus Kristus.
Jadi Soundmind dalam bahasa Ibrani adalah Sophronismos yang artinya dalam bahasa
Inggris seperti “To Save” dan “To Control” yakni, bagaimana kita sebagai umat
Tuhan untuk dapat menyelamatkan (to save) keadaan yang bagaimanapun ataupun
untuk dapat mengontrol keadaan (to Control). Jika didalam rumah tangga maka di
perlukan seorang “soundmind” yang dapat menetralisir keadaan menjadi damai dan
seirama. Kalau digabungkan menjadi “Save control” yang artinya penguasaan diri.
Paulu dalam ayatnya ke 12 mengatakan “Itulah sebabnya aku
menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku
percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah
dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.” Maksudnya adalah penderitaan
yang di alami Paulus bagi Kristus adalah bentuk penguasaan dirinya demi umat
Tuhan agar sesuai dan seirama dengan kehendak Tuhan sekalipun harga yang harus
dibayar adalah berada dalam penjara.