Minggu, 16 Oktober 2016

Hasil gambar untuk tulang tulang dihidupkan yehezkiel

Lalu Ia berfirman kepadaku: "Hai anak manusia, dapatkah tulang-tulang ini dihidupkan kembali?" Aku menjawab: "Ya Tuhan ALLAH, Engkaulah yang mengetahui!"

Yehezkiel 37:3



Sebuah pertanyaan sering di tanyakan di dalam hati nurani : Dapatkah Ekonomiku di pulihkan? Dapatkah Anak-anakku mendapat sekolah yang layak? Dapatkah orang tuaku diselamatkan? Dapatkah GCC memiliki Gereja permanen dan menampung 500 jemaat? Dapatkah ini...? Dapatkah itu...? Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan lain yang menuntut sebuah keyakinan didalam menjawabnya.

Yehezkiel berarti “Allah menguatkan.” Dalam pelayanannya sebagai Nabi di Babel dalam pembuangan, sering mendapat tekanan dari bangsanya sendiri. Oleh RohNya, Tuhan membawa Yehezkiel ke suatu lembah yang penuh tulang-tulang kering dan menanyakan satu pertanyaan yang sangat sulit di jawab. Dapatkah tulang-tulang ini di hidupkan kembali? Secara logika yah tidak mungkin tulang dapat dihidupkan kembali, apa lagi sudah kering alias mayat yang sudah sangat lama. Seandainya mayat yang masih baru maka tulangnya masih basah dan ini tergeletak diatas tanah terkena hujan dan panas sehingga cepat mengering.

Yehezkiel tidak menjawab; “tidak mungkin Tuhan.” Atau “sekiranya Engkau berkenan.” Atau “Aku tidak tahu Tuhan”. Tetapi dia menjawab “Engkaulah yang mengeahuiNya.” Yang artinya tidak ada yang Mustahil bagi Tuhan. Segala sesuatu di atas bumi dan di atas langit tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.

Tuhan juga mengatakan di ayat ke 7, “Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN." Kata “Kamu akan mengetahui.” Sama seperti kamu akan menyaksikannya/kamu akan melihatnya/Kamu akan Percaya dan diakhiri dengan Sebuah Statemen untuk meyakinkan Yehezkiel bahwa pernyataan “AKULAH TUHAN.” Adalah sebuah rahasia besar yang tidak banyak orang dapat melihatNya.



Pengertian AKULAH TUHAN menunjuk kepada 3 Pengertian.



1. Kuasa Mutlak Tuhan.

Kuasa Tuhan tidak dapat di batasi oleh apapun dan tidak dapat terbendung oleh apapun sekalipun hal yang sangat mustahil. Tuhan bukan hanya dapat menghidupkan yang mati tetapi juga dapat membangkitkan yang sudah menjadi tulang yang kering sekalipun. Uhan dapat mengangkat setinggi-tingginya seseorang yang jatuh paling dalam sekalipun. Tuhan dapat membalikan keadaan yang sangat terpuruk menjadi mulia. Tuhan dapat membuat keadaan ekonomi yang sangat sulit menjadi berkelimpahan.

Ada Sebuah peristiwa kelaparan yang sangat dahsyat di Samaria sampai seorang ibu terpaksa membunuh anaknya untuk di jadikan makanan (2raj 6:28-29). Namun Tuhan menaruh belas kasihan dan melakukan Mujizat yang mustahil sekalipun dengan membalikan keadaan yang melarat menjadi kelimpahan. 2Raj 17:1-2,

Lalu berkatalah Elisa: "Dengarlah firman TUHAN. Beginilah firman TUHAN: Besok kira-kira waktu ini sesukat tepung yang terbaik akan berharga sesyikal dan dua sukat jelai akan berharga sesyikal di pintu gerbang Samaria." Tetapi perwira, yang menjadi ajudan raja, menjawab abdi Allah, katanya: "Sekalipun TUHAN membuat tingkap-tingkap di langit, masakan hal itu mungkin terjadi?" Jawab abdi Allah: "Sesungguhnya, engkau akan melihatnya dengan matamu sendiri, tetapi tidak akan makan apa-apa dari padanya."

Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.



2. Tuhan yang menepati janjiNya

Bangsa Israel pada waktu jaman Yehezkiel berada dalam pembuangan. Hal ini disebabkan karena dosa bangsa Israel sendiri. Walaupun kondisi mereka jauh dari apa yang telah di janjikan Tuhan bahwa Tuhan akan meneguhkan kerajaannya di atas tanah Kanaan namun kenyataannya mereka hanya menjadi budak jauh dari Kanaan. Tetapi janji Tuhan tetap Ya dan Amin sekalipun kondisinya begitu banyak orang israel telah mati maka oleh Kuasa Tuhan maka dibangkitkannyalah bangsa Isreal dari tulang-tulang kering (ayat 11-14).

Dosa membuat kita menjauh dari Tuhan tetapi karena kasihNya yang begitu besar terus berusaha menunjukan kepada umatNya bahwa Tuhan selalu membuat mujizat untuk kita dan membuka tangannya menerima kita untuk kembali.

Satu kali Daud membuat kesalahan bergabung dengan bangsa Filistin tanpa perintah Tuhan. Dia lakukan karena Saul terus mengejar sehingga Daud menggunakan pikirannya sendiri untuk lolos dari Saul (1Sam 27:1). Raja Gat memberikan tanah Zikag kepada Daud dan pasukannya serta keluarga mereka masing-masing. Keputusan yang salah itu berakibat fatal. Suatu kali Daud dan pasukannya hendak menolong orang Filistin namun Ziglag di biarkan kosong, hanya tinggal ternak dan isteri-isteri mereka. Ketika orang Amaleg menyerbu membawa semua ternak dan isteri pasukan Daud. Hal itu membuat Daud putus asa, apa lagi pasukannya mulai membenci Daud dan hendak melemparinya dengan batu. Tetapi di ayat 1Sam 30, Daud berdoa kepada Tuhan,

Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: "Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?" Dan Ia berfirman kepadanya: "Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan."

Sekalipun Daud melakukan kecerobohan tanpa petunjuk Tuhan namun Tuhan tetap memberikan janji pertolongan kepada Daud. Akhirnya dengan anggota yang terbatas, Daud dapat mengalahkan bangsa Amalek atas dasar janji Tuhan.



3. Hanya satu-satuNya yang dapat di percaya

Tidak ada Allah lain yang dapat kita pertaruhkan segala hidup ini selain Yahweh yang hidup. Tuhan menunjukan kuasaNya kepada Yehezkiel supaya dia yakin akan tugasnya dalam melayani Tuhan tanpa rasa gentar sedikitpun. Karena AKULAH TUHAN. Keyakinan atau rasa percaya dalam sebuah pelayanan itu sangat penting. Supaya jangan sampai kita melayani dengan keraguan. Itulah sebabnya Tuhan menunjukkan kedahsyatannya. Yehezkiel hanyalah sebagai warga biasa yang tinggal di tepi sugai Kebar. Arti dari namanya adalah “Allah menguatkan.” Menandakan karakter nya mungkin sering diliputi keraguan jadi membutuhkan kekuatan dari Allah.

Seperti halnya Yesus memberi kuasa kepada murd-muridNya dan menyuruh melayani dua-dua berkunjung rumah-rumah serta mengusir setan. Dibutuhkan rasa percaya yang tinggi untuk terjun dalam pelayanan. Meskipun ada resiko ditolak. Para Murid sudah melihat kuasa Tuhan melalui Yesus maka merekapun berani melakukan

Rasa percaya kita terkadang sering di dasari oleh rasa takut dan gentar namun tidak ada keinginan untuk berkorban. Ambil contoh Musa.dalam Kel 3:13-14 dan Kel 4:13-14

Lalu Musa berkata kepada Allah: "Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? — apakah yang harus kujawab kepada mereka?" Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu."

Tetapi Musa berkata: "Ah, Tuhan, utuslah kiranya siapa saja yang patut Kauutus." Maka bangkitlah murka TUHAN terhadap Musa dan Ia berfirman: "Bukankah di situ Harun, orang Lewi itu, kakakmu? Aku tahu, bahwa ia pandai bicara; lagipula ia telah berangkat menjumpai engkau, dan apabila ia melihat engkau, ia akan bersukacita dalam hatinya.

Tuhan sudah menunjukan kuasaNya kepada Musa tetapi dia tetap taku dan ragu membuat Tuhan Murka. Manusia terkadang mau melayani dengan caranya sendiri bukan dengan cara Tuhan. Tidak berani ambil resiko, takut terhadap tantangan, dan lebih suka mencari aman. Kita percaya kepada Tuhan bukan hanya sekedar percaya saja tetapi harus berkorban dalam melayani Tuhan. Jika tidak demikian berarti kita hanya menuntut Tuhan untuk melayani kehendak kita, mendapatkan damai sejahtera, mendapatkan kelimpahan, mendapatkan suka cita tetapi tidak mau berkorban maka sama saja Tuhan yang jadi budak dan kita yang menjadi Boss yang mengatur Tuhan.



Ada kuasa didalam diri kita, tugas kita hanya melakukan perintahNya dengan keyakinan pernyataan Tuhan bahwa “AKULAH TUHAN.”

Tagged:

0 komentar:

Posting Komentar