
Ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri.
I samuel 18:1
Yonatan anak Raja dan akan menjadi
ahli Waris kerajaan dari Ayahnya, Saul. Sementara Daud dari rakyat biasa yang
memiliki jiwa kepahlawanan. Bahkan ketika Saul, Ayahnya hendak membunuh Daud,
Yonatan tetap melindungi Daud meskipun dia tahu bahwa kelak yang menjadi raja
bukanlah dirinya melainkan Daud. Yonatan berkata kepada Daud "Janganlah takut, sebab tangan ayahku
Saul tidak akan menangkap engkau; engkau akan menjadi raja atas Israel, dan aku
akan menjadi orang kedua di bawahmu. Juga ayahku Saul telah mengetahui yang
demikian itu."(1Sam 23:17). Yonatan rela menyerahkan tahta yang kelak
menjadi miliknya untuk di berikan kepada Daud. Persahabatan Yonatan Daud
sungguuh mulia dan rela berkorban.
Disini Yonatan dapat melihat bahwa Tuhan punya rencana untuk menjadikan Daud
sebagai Raja dan Yonatan tidak keberatan. Dan Saul juga tahu bahwa Daud akan
menjadi Raja namun Saul sangat keberatan. Saul pernah berkata kepada Yonatan,
anaknya, “Sebab sesungguhnya selama anak
Isai itu hidup di muka bumi, engkau dan kerajaanmu tidak akan kokoh. Dan
sekarang suruhlah orang memanggil dan membawa dia kepadaku, sebab ia harus mati."(
Isam 20:31). Saul sangat sadar bahwa Tuhan telah menjauh darinya, tapi
tidak inging melepaskan kerajaannya begitu saja. Dia berusaha mempertahankan. Samuel
yang mentahbiskan Saul jadi raja pernah berkata “... Karena engkau telah
menolak firman TUHAN, maka Ia telah
menolak engkau sebagai raja."(Isam 15:23) Saul menyadari kalau
kerajaannya tidak akan bertahan lama.
Yang menyedihkan
adalah sikap Yonatan yang mendua hati, antara mengikut Daud yang telah di urapi
Tuhan atau mengikuti orang tuanya. Dalam rancangan masa depan Yonatan jika Daud
menjadi raja bahwa dia hendak menjadi orang ke dua dari Daud. Namun cita2 dan
harapannya tidak tercapai hanya karena salah mengambil keputusan. Padahal
Yonatan demikian yakin bahwa Daud adaah orang yang di urapi Tuhan dan pasti
akan menjadi Raja, sementara ayahnya, Saul telah menjadi jahat dan menauh dari
Tuhan. Secara sederhana dapat di lihat bahwa seharusnya pilihan Yonatan
seharusnya mengikut Daud.
Yang menjadi
pertanyaan, apakah yang menyebabkan Yonatan salah mengambil keputusan :
1.
Patuh kepada
orang tua
Yonatan masih terikat kepada ayahnya. Dia tidak
dapat melepaskan itu. Apa lagi sang masih memiliki kekuasaan. Banyak orang
seperti Yonatan yang tidak berani mengambil keputusan yang benar mengikut Tuhan
karena masih bergantung kepada orang tua, masih memiliki ikatan yang sangat
kuat terhadap orang tua. Sedangkan Yesus dengan tegas mengatakan Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari
ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya, dan musuh orang ialah orang-orang seisi
rumahnya.(Mat 10:34-35). Apa lagi jika ayah kaya dan memiliki warisan, apa
lagi ayah masih menanggung biaya kehidupan kita sementara kita sendiri belum
mendapatkan penghasilan. Maka itu akan menjadi keputusan yang sangat sulit.
2.
Status Sosial
Tradisi Israel adalah sangat keras dimana seorang
anak harus patuh kepada orang tua. Bahkan jika ayahnya mati maka namanya tetap
menyandang nama ayahnya sebagai penghormatan. Misal : Yonatan bin Saul. Jika
Yonatan mengikuti Daud (musuh Saul) maka Yonatan dianggap anak murtad dan di
musuhi seluruh bangsa Israel. Bahkan dia akan di benci. Apa lagi jika mengikuti
Daud maka dia akan menjadi buronan yang di kejar2 seperti Daud. Lebih baik cari
jalan aman. Banyak anak Tuhan pun juga seperti itu. Takut kehilangan jati
dirinya. Takut kehilangan status sosialnya. Takut di rendahkan. Lebih baik cari
jalan aman. Karena pikirnya, toh sy tidak berbuat dosa. Dan sy masih mengikut
Tuhan. Saya tida berkhianat kepada Tuhan. Saya kan cuman cari jalan aman.
Ketahuilah Yakobus 4:17 berkata “Jadi
jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak
melakukannya, ia berdosa.” Dan Yesus
juga berkata “Berbahagialah kamu, jika
karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan
mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.” Karena
memang mengikut Tuhan ada resiko namun Tuhan pasti membela kita.






0 komentar:
Posting Komentar