Selasa, 18 Oktober 2016

Hasil gambar untuk daud dan yonatan
Ketika Daud habis berbicara dengan Saul, berpadulah jiwa Yonatan dengan jiwa Daud; dan Yonatan mengasihi dia seperti jiwanya sendiri.
I samuel 18:1

Yonatan anak Raja dan akan menjadi ahli Waris kerajaan dari Ayahnya, Saul. Sementara Daud dari rakyat biasa yang memiliki jiwa kepahlawanan. Bahkan ketika Saul, Ayahnya hendak membunuh Daud, Yonatan tetap melindungi Daud meskipun dia tahu bahwa kelak yang menjadi raja bukanlah dirinya melainkan Daud. Yonatan berkata kepada Daud "Janganlah takut, sebab tangan ayahku Saul tidak akan menangkap engkau; engkau akan menjadi raja atas Israel, dan aku akan menjadi orang kedua di bawahmu. Juga ayahku Saul telah mengetahui yang demikian itu."(1Sam 23:17). Yonatan rela menyerahkan tahta yang kelak menjadi miliknya untuk di berikan kepada Daud. Persahabatan Yonatan Daud sungguuh mulia dan rela berkorban. Disini Yonatan dapat melihat bahwa Tuhan punya rencana untuk menjadikan Daud sebagai Raja dan Yonatan tidak keberatan. Dan Saul juga tahu bahwa Daud akan menjadi Raja namun Saul sangat keberatan. Saul pernah berkata kepada Yonatan, anaknya, “Sebab sesungguhnya selama anak Isai itu hidup di muka bumi, engkau dan kerajaanmu tidak akan kokoh. Dan sekarang suruhlah orang memanggil dan membawa dia kepadaku, sebab ia harus mati."( Isam 20:31). Saul sangat sadar bahwa Tuhan telah menjauh darinya, tapi tidak inging melepaskan kerajaannya begitu saja. Dia berusaha mempertahankan. Samuel yang mentahbiskan Saul jadi raja pernah berkata “... Karena engkau telah menolak firman TUHAN, maka Ia telah menolak engkau sebagai raja."(Isam 15:23) Saul menyadari kalau kerajaannya tidak akan bertahan lama.

Yang menyedihkan adalah sikap Yonatan yang mendua hati, antara mengikut Daud yang telah di urapi Tuhan atau mengikuti orang tuanya. Dalam rancangan masa depan Yonatan jika Daud menjadi raja bahwa dia hendak menjadi orang ke dua dari Daud. Namun cita2 dan harapannya tidak tercapai hanya karena salah mengambil keputusan. Padahal Yonatan demikian yakin bahwa Daud adaah orang yang di urapi Tuhan dan pasti akan menjadi Raja, sementara ayahnya, Saul telah menjadi jahat dan menauh dari Tuhan. Secara sederhana dapat di lihat bahwa seharusnya pilihan Yonatan seharusnya mengikut Daud.

Yang menjadi pertanyaan, apakah yang menyebabkan Yonatan salah mengambil keputusan :

1.       Patuh kepada orang tua
Yonatan masih terikat kepada ayahnya. Dia tidak dapat melepaskan itu. Apa lagi sang masih memiliki kekuasaan. Banyak orang seperti Yonatan yang tidak berani mengambil keputusan yang benar mengikut Tuhan karena masih bergantung kepada orang tua, masih memiliki ikatan yang sangat kuat terhadap orang tua. Sedangkan Yesus dengan tegas mengatakan Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,  dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.(Mat 10:34-35). Apa lagi jika ayah kaya dan memiliki warisan, apa lagi ayah masih menanggung biaya kehidupan kita sementara kita sendiri belum mendapatkan penghasilan. Maka itu akan menjadi keputusan yang sangat sulit.

2.       Status Sosial

Tradisi Israel adalah sangat keras dimana seorang anak harus patuh kepada orang tua. Bahkan jika ayahnya mati maka namanya tetap menyandang nama ayahnya sebagai penghormatan. Misal : Yonatan bin Saul. Jika Yonatan mengikuti Daud (musuh Saul) maka Yonatan dianggap anak murtad dan di musuhi seluruh bangsa Israel. Bahkan dia akan di benci. Apa lagi jika mengikuti Daud maka dia akan menjadi buronan yang di kejar2 seperti Daud. Lebih baik cari jalan aman. Banyak anak Tuhan pun juga seperti itu. Takut kehilangan jati dirinya. Takut kehilangan status sosialnya. Takut di rendahkan. Lebih baik cari jalan aman. Karena pikirnya, toh sy tidak berbuat dosa. Dan sy masih mengikut Tuhan. Saya tida berkhianat kepada Tuhan. Saya kan cuman cari jalan aman. Ketahuilah Yakobus 4:17 berkata “Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.”  Dan Yesus juga berkata “Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.” Karena memang mengikut Tuhan ada resiko namun Tuhan pasti membela kita. 

Tagged:

0 komentar:

Posting Komentar